Intip Boba, Bubble Drink yang Digandrungi Anak Muda

Intip Boba, Bubble Drink yang Digandrungi Anak Muda

Berita Terbaru Minuman ini digandrungi banyak orang, termasuk di Indonesia. Banyak alasan untuk jatuh cinta pada boba. Ia memiliki aneka rasa. Menikmati segelas boba sambil bekerja di depan laptop atau kala jalan-jalan di mal selalu jadi pilihan asyik.

Laman Eater mendefinisikan minuman boba sebagai kategori luas dari chunky drinks macam es teh, jus, atau minuman apa pun dengan mutiara tapioka. Di negeri asalnya, Taiwan, boba dikenal dengan nama zenzhu naicha.

Sementara di Amerika, orang mengenal boba dengan dua nama: bubble tea di pantai timur Amerika, dan boba di pantai barat Amerika.

Apa pun sebutannya, minuman dengan mutiara tapioka yang dikocok bersama, dan dinikmati dengan sedotan besar ini mencuri perhatian dunia, termasuk Indonesia.

Meski pertama kali berkembang di Taiwan, mutiara tapioka itu justru terbuat dari ekstrak singkong asal Amerika Selatan. Tanaman ini masuk ke Taiwan dari Brasil melalui Asia Tenggara pada 1895-1945.

Intip Boba, Bubble Drink yang Digandrungi Anak Muda

Yang pertama menjual minuman dengan bola tapioka adalah Tu Tsong-he, pemilik Hanlin Teahouse. Awalnya ia menjual minuman dengan mutiara tapioka putih. Teksturnya agak keras dan hambar.

Kemudian Tu Tsong-he beralih ke mutiara hitam. Mutiara ini direbus dalam tong besar dan disiram sirup karamel manis selama berjam-jam. Menggelegak sampai menjadi mutiara tapioka hitam, bertekstur kenyal, seperti yang saat ini sering kamu nikmati.

Hingga akhirnya tahun 1990, bubble atau boba menjadi sebuah sensasi di Asia. Dua puluh sembilan tahun bukanlah perjalanan singkat dari sebuah tren. Apa yang membuat minuman boba bertahan?

Inovasi Jadi Kunci

Minuman bubble punya kekuatan inovasi yang besar. Minuman ini terus bertransformasi dan menciptakan daya tarik. Rasa baru terus bermunculan, tampilannya pun kian beragam.

Misalnya saja minuman boba dengan brown sugar yang kini marak. Ledakan tren brown sugar memang sudah diprediksi, dimulainya dari kopi susu dengan gula aren. Seakan tak mau kalah, kini minuman bubble pun menggunakan brown sugar yang jenisnya beragam. Salah satu jenama yang turut mempopulerkannya adalah Tiger Sugar.

Tahun 2017, gerai Tiger Sugar pertama dibuka di Taichung, Taiwan. Minuman yang ia rilis pertama adalah Brown Sugar Boba Milk. Tiger Sugar merambah Indonesia pada 26 April 2019. Lokasi gerai pertamanya di Summarecon Mall Kelapa Gading (MKG).

Brown sugar menjadi kunci sukses Tiger Sugar. Brown sugar ini sejenis gula yang terbuat dari ekstrak tebu yang dikristalisasi, sama seperti gula pasir. Bedanya, jenis gula ini diberi tambahan molasses atau gula tetes tebu sehingga warnanya lebih kecokelatan. Brown sugar lebih wangi dibanding gula pasir sehingga jenis gula ini banyak dipakai untuk membuat kue.

“Tiger Sugar menjadi minuman second generation of boba milk tea. Cita rasa gula aren memang sudah nyaman di lidah masyarakat kita,” kata orang dalam Tiger Sugar yang enggan namanya disebutkan.
Tiger Sugar Indonesia menggunakan susu asli Indonesia yang dicocokkan dengan bahan baku Tiger Sugar di negara asalnya.

“Perpaduan susu yang creamy, dikawinkan dengan aroma gula merah, menemukan the perfect balance of taste. Tidak terlalu manis tapi cukup manis di lidah penikmatnya,” ujarnya.

Minuman Instagram-worthy ini lantas mewarnai laman Instagram. Promosi oleh para selebriti menambah rasa penasaran. Ia segera digandrungi.

Tiger Sugar Indonesia bukan yang pertama memboyong konsep minuman bubble dengan brown sugar. KOI, sebuah brand asal Taiwan, memperkenalkan seri minuman bubble dengan brown sugar sejak tahun 2018. Hanya, saat itu penjualannya masih terbatas di beberapa gerai. Baru pada 1 Januari 2019, seri brown sugar ini tersedia di seluruh gerai KOI di Indonesia.

Pertama kali datang ke Indonesia tahun 2013, KOI menyuguhkan terobosan baru: bubble tak selalu identik dengan warna yang hitam pekat.

Bila dilihat lebih teliti, warna cerah keemasan menjadi pembeda bubble KOI yang kini punya 48 cabang itu. Menurut Marketing Supervisor KOI The Indonesia, Alvin Gunavata, boba emas telah ada jauh sebelum minuman ini kembali menjadi tren.

“Topping bubble kita itu bukan boba yang warna hitam. Tapi kita pakai spesial, warnanya emas. Jadi kita menyebutnya golden bubble milk tea,” ungkapnya saat ditemui di Lippo Puri Mall, Jakarta Barat 3 Juli 2019.
Tampilan bubble khas KOI yang nyeleneh justru jadi daya tarik tersendiri. Menurut Alvin, hal ini yang membuat KOI punya banyak pelanggan loyal.

Identitas sebagai franchise khusus minuman berbasis teh tak dihilangkan pada seri brown sugar kekinian ini. Selain brown sugar fresh milk, KOI juga menyediakan pilihan lain yaitu brown sugar milk tea. Sesuai namanya, minuman bubble ini terdiri dari susu segar, teh hitam, golden bubble, dan tentunya brown sugar bertekstur pekat.

Dari penjelasan Alvin, seri brown sugar ala KOI terinspirasi dari minuman berbahan dasar brown sugar dari Okinawa. “Sebenarnya kita lebih ke Jepang style-nya yang kita sebut Okinawa style. Kita pakai brown sugar syrup yang kita impor dari Taiwan, dan mereka ambil dari Okinawa, Jepang.”

Kendati ikut dalam tren brown sugar, KOI tetap menggunakan kata bubble untuk olahan mutiara tapiokanya. Memang, istilah boba mulai terdengar gaungnya bersamaan dengan tren minuman bubble dengan brown sugar. Sebelumnya, mutiara tapioka ini lebih banyak disebut sebagai bubble atau pearl.

Leave a Response

Your email address will not be published. Required fields are marked *