Kota Semarang Melarang Sedotan Dan Kantong Plastik

Kota Semarang Melarang Sedotan Dan Kantong Plastik

Berita Terbaru Sudahkah Anda bawa tas belanja serta sedotan sendiri tiap hari? Jika belum, mari dong, biasakan diri. Khususnya jika Anda bertempat di kota Semarang atau akan berkunjung ke kota lumpia ini. Masalahnya Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi sah melarang pemakaian kantong plastik dalam kegiatan perdagangan. Larangan itu tertuang dalam Ketentuan Wali Kota Semarang nomer 27 Tahun 2019 mengenai pengaturan sampah plastik.

Dalam ketentuan disebut, bentuk plastik yang akan dilakukan pengaturan yakni kantong plastik, sedotan, pipet plastik, serta styrofoam. Sementara pelaku usaha yang disebut ialah hotel, toko kekinian, restoran, serta penjual makanan.

“Pengecualian dilakukan buat yang belum dapat temukan pilihan ramah lingkungan lain tidak hanya plastik,” kata Hendrar Prihadi di Balai Kota Semarang, Rabu, 14 Agustus 2019.

Kota Semarang Melarang Sedotan Dan Kantong Plastik

Larangan sedotan sampai kantong plastik sebetulnya telah dicetuskan pada bulan Juni 2019 lalu, tetapi baru mulai digalakkan oleh Pemkot Semarang. Dalam aplikasinya, ada 4 sanksi yang diputuskan buat siapa juga yang melanggar.

Beberapa sanksi diresmikan buat pelanggarnya, dari mulai sangsi peringatan tercatat, desakan pemerintah, pembekuan izin usaha, sampai pencabutan izin usaha.

Tetapi pria yang akrab dipanggil Hendi itu jamin, ketentuan itu dikeluarkan bukan untuk menyulitkan kegiatan perdagangan di Kota Semarang.


“Sekarang pergerakan ekonomi di Kota Semarang ada di trend positif, sebelumnya setelah cuma sekitar di 5 koma, di 2017 serta 2018 telah sampai 6,5. Karena itu kami akan menjaga benar supaya semangat pengaturan plastik ini tidak mempersulit selanjutnya,” tuturnya.

Ia menyebutkan, publikasi akan dikerjakan. Pihaknya akan membuka ruang diskusi sebesar-besarnya. Hendrar juga menjelaskan jika Dinas Koperasi serta UMKM siap dibawa diskusi tentang larangan sedotan sampai kantong plastik.

Sosialisasi beberapa kali sudah dilakukan, terhitung waktu Idul Adha tempo hari. Pembagian daging kurban di Masjid Balai Kota Semarang dikerjakan tidak memakai plastik tetapi besek.

Publikasi seterusnya yaitu waktu moment Semarang Introducing Market di bantaran Sungai Banjir Kanal Barat (BKB) Semarang, 21 – 24 Agustus 2019 yakni dengan menukar satu kantong sampah plastik dengan satu gelas kopi.

“Dengan adanya ini harapannya warga dapat memberi dukungan apa yang kita rencanakan di Kota Semarang, agar bisa jadi lebih baik,” tegasnya.

Leave a Response

Your email address will not be published. Required fields are marked *