Astronom Tengah Pelajari Sinyal Misterius di Ruang Angkasa

Astronom Tengah Pelajari Sinyal Misterius di Ruang Angkasa

Berita Terbaru Beberapa astronom Amerika dari Kampus Cornell sukses menjumpai delapan sinyal di antariksa yang diketahui jadi fast radio bursts (FRBs). Kejadian ini diklaim masuk ke satu diantara misteri paling besar di alam semesta.

Laporan itu ada dalam The Astrophysical Journal Letters yang tertera di situs resmi Universitas Cornell. Astronom menerangkan jika delapan signal itu berkali-kali terdeteksi oleh teleskop radio Eksperimen Pemetaan Intensitas Hidrogen Kanada (CHIME).

Tertangkapnya signal FRB jadi momentum bagi beberapa astronom untuk mulai membuat basis data statis repeater, yang bisa membantu mereka untuk tahu dengan detil sinyal itu. Sejumlah besar FRB diketahui cuma terdeteksi sekali serta tidak bisa diperkirakan. Oleh karena itu, repeater benar-benar lah penting supaya mencari lebih banyak signal serta memastikan jenis lingkungan mana mereka berasal.

Astronom Tengah Pelajari Sinyal Misterius di Ruang Angkasa

“Kami sudah mengetahui dari FRB 121102 jika semburan itu bisa sangat berkelompok, terkadang sumbernya tidak meledak sepanjang berjam-jam. Kami sudah memperhatikan hal sama pada FRB 180916 yang menghasilkan 10 letupan sinyal,” kata fisikawan Ziggy Pleunis dari Universitas McGill dilansir ScienceAlert.

Walau demikian, enam FRB cuma berkedip satu kali serta mempunyai interval terpanjang antar signal lebih dari 20 jam. Sementara FRB kedelapan cuma berkedip sekitar tiga kali.

Diluar itu ada penyimpangan frekwensi yang dihadapi oleh dua signal yaitu FRB 121102 serta 180814. Kedua signal itu tunjukkan perubahan frekwensi yang makin rendah.

“Saya fikir ada banyak info yang penting dalam susunan itu [sinyal] hingga kita butuh cari langkah untuk menyandikan serta benar-benar menyenangkan untuk coba cari tahu apa sebetulnya signal itu,” papar Pleunis.

Teleskop CHIME sendiri dimaksimalkan untuk memantau gelombang langit yang benar-benar luas, melewati rentang frekwensi yang lebih rendah dibanding teleskop radio seperti ASKAP atau Parkes Observatory di Australia.

Selama ini, astronom memiliki pendapat jika pendekatan CHIME dapat dibuktikan benar-benar efisien dalam pendeteksian. Tidak hanya delapan signal yang terdeteksi, awal tahun 2019 CHIME sukses menjumpai dua sinyal yaitu FRB 121102 pada Januari serta FRB 180814 bulan Februari.

Leave a Response

Your email address will not be published. Required fields are marked *