Hari ini Harga Emas Kembali Naik

Hari ini Harga Emas Kembali Naik

Berita Terbaru Harga emas PT Aneka Tambang Tbk di jual di posisi Rp759 ribu per gr pada Kamis (15/8). Angka itu naik Rp5.000 dari Rp754 ribu per gr pada Rabu (14/8). Begitupun pada harga pembelian kembali (buyback) bertambah Rp5.000 dari Rp682 ribu per gr jadi Rp687 ribu per gr. Menurut data Antam, harga jual emas memiliki ukuran 0,5 gr sejumlah Rp404 ribu, 2 gr Rp1,46 juta, 3 gr Rp2,17 juta, 5 gr Rp3,61 juta, 10 gr Rp7,16 juta, 25 gr Rp17,8 juta, serta 50 gr Rp35,53 juta. Selanjutnya, harga emas memiliki ukuran 100 gr sejumlah Rp71 juta, 250 gr Rp176 juta, 500 gr Rp354,3 juta, serta 1 kg Rp708,6 juta. Harga jual emas itu telah terhitung Pajak Penghasilan (PPh) 22 atas emas batangan sebesar 0,45 % buat pemegang Nomer Inti Harus Pajak (NPWP). Buat konsumen yang tidak menyertakan NPWP mendapatkan potongan pajak tambah tinggi sebesar 0,9 %.

Khusus harga emas di perdagangan internasional berdasarkan referensi pasar Commodity Exchange COMEX sebesar US$1.531,9 per troy ons saat pagi ini. Tempat ini naik 0,27 % dari Rabu (14/8). Sedang harga emas di perdagangan spot ada di tempat US$1.521,74 per troy ons atau melejit 0,35 %.

Analis Global Kapital Investama Alwi Assegaf lihat gerakan harga yang sudah sempat melemah pada Rabu tempo hari, emas dunia akan kembali kuat di hari ini. Ini di dukung oleh tingkatkan keinginan emas jadi satu diantara asset safe haven.

Hari ini Harga Emas Kembali Naik

“Permintaan emas jadi safe haven bertambah sebab ada kecemasan dunia akan krisis global yang kelihatan dari penurunan data ekonomi serta perubahan tingkat yield (imbal hasil) obligasi Amerika Serikat,” tutur Alwi pada hari Kamis (15/8).

Kekhawatiran krisis global dipacu dari launching output industri China yang cuma tumbuh di angka 4,8 % pada Juli 2019. Realisasi perkembangan ada jauh dibawah harapan beberapa analis, bahkan juga jadi yang paling rendah dalam 17 tahun terakhir.

Selanjutnya, kekhawatiran makin bertambah karena perkembangan ekonomi beberapa negara di lokasi Eropa statis di angka 0,2 % pada kuartal II 2019. Lalu, berlangsung penurunan tingkat imbal hasil (yield) surat utang atau obligasi AS, US Treassury bertenor 10 tahun ke level 1,58 %.

“Ini adalah penurunan yield obligasi pertama semenjak 2007 atau beberapa waktu sebelum berlangsung kritis keuangan global (pada 2008). Kekhawatiran ini membuat investor lari ke asset safe haven, terhitung emas, karena itu gerakan emas bullish kembali,” tuturnya.

Alwi memprediksi harga emas akan bergerak di level resistance US$1.558 per troy ons serta dukungan US$1.493 per troy ons di hari ini.

Leave a Response

Your email address will not be published. Required fields are marked *