Fakta Mengejutkan Dari WHO : Setiap Detik 1 Orang Mati Di Seluruh Dunia

Fakta Mengejutkan Dari WHO : Setiap Detik 1 Orang Mati Di Seluruh Dunia

Berita Terbaru Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memberikan laporan tiap detik ada seseorang yang lakukan bunuh diri di seluruh dunia. Angka orang yang kehilangan nyawa karena bunuh diri bahkan juga lebih parah dibandingkan jumlahnya orang yang terbunuh dalam perang. Keseluruhan ada 800 ribu orang yang tertera lakukan bunuh diri setiap tahunnya.

“Bunuh diri ialah permasalahan kesehatan warga global. Semua umur, jenis kelamin serta wilayah dunia dipengaruhi (serta) setiap kehilangan adalah satu terlalu banyak,” kata laporan WHO, seperti dilansir Reuters.

Karena itu WHO akan mendesak pembuat film serta televisi supaya kasus bunuh diri dapat ditampilkan lebih baik. Karena menurut WHO, masalah bunuh diri dapat memunculkan gejala “ikut-ikutan” pada seorang yang melihat kasus itu.

Fakta Mengejutkan Dari WHO : Setiap Detik 1 Orang Mati Di Seluruh Dunia

“Praktik pelaporan media yang tidak benar dapat membuat kasus bunuh diri jadi sesnasional serta di besar serta tingkatkan risiko plagiarisme (tindakan bunuh diri) antara beberapa orang yang rapuh,” jelas laporan itu.

Bunuh diri ialah pemicu utama kedua kematian di golongan pemuda yang berumur di antara 15 serta 29 tahun, sesudah kecelakaan di jalan, serta di golongan remaja putri yang berumur 15 sampai 19 tahun itu ialah pembunuh terbesar kedua sesudah waktu kelahiran. Pada remaja lelaki, bunuh diri tempati tempat ke-3 di belakang cedera di jalan serta kekerasan antar-manusia.

Dalam beberapa waktu terakhir, angka bunuh diri global sudah turun. Di antara 2010-2016 angka ini turun 9,8 %. Tetapi angka ini condong naik di wilayah Amerika, yang naik sampai 6 % pada 2010-2016.

Laporan itu menyebutkan di negara kaya, angka bunuh diri lelaki tambah tinggi tiga kali dibanding wanita. Sedangkan di negara yang berpendapatan rendah serta menengah, angka sama-sama.

“Bunuh diri dapat dihindari,” kata Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus. “Kami mengatakan pada semua negara supaya menggabungkan strategi pencegahan bunuh diri yang dapat dibuktikan jadi program pendidikan serta kesehatan nasional.”

WHO menjelaskan pembatasan akses ke pestisida salah satu langkah paling efisien dalam kurangi angka bunuh diri secara cepat.

Pestisida paling umum dipakai serta umumnya menyebabkan kematian karena zat itu benar-benar beracun, tidak mempunyai penangkal, serta seringkali digunakan di wilayah terpencil tempat tidak ada bantuan medis yang ada di dekatnya.

WHO menunjuk pada studi di Sri Lanka, tempat larangan atas pestisida sudah membawa kepada penurunan 70 % angka bunuh diri serta memprediksi 93.000 nyawa diselamatkan di antara 1995 serta 2015.

Leave a Response

Your email address will not be published. Required fields are marked *