Bagaimana Caranya Bayi Untuk Bersosialisasi?

Bagaimana Caranya Bayi Untuk Bersosialisasi?

Berita Terbaru Waktu baru pertama kali mempunyai bayi, tentu beberapa hal baru yang menggelitik keingintahuan Anda sebagai orangtua ya. Seperti bagaimana perubahan fisiknya, perubahan mentalnya, serta bagaimana kekuatannya untuk bersosialisasi dengan lingkungannya.

Kenyataannya semenjak bayi, anak memiliki potensi untuk bersahabat atau bersosialisasi. Mencuplik dari buku “Pengasuhan Anak Umur 0-12 Bulan” yang dicatat oleh Kementerian Pendidikan serta Kebudayaan Republik Indonesia, sebetulnya bayi suka untuk berinteraksi dengan orang lain walau ia belum dapat bicara serta lebih banyak menangis.Bayi memang memerlukan waktu untuk mulai mengetahui serta terbuka pada orang lain, tidak hanya pada orang tuanya.Nah, ada beberapa tahapan yang dilewati bayi waktu mereka belajar untuk berteman, salah satunya:

Bagaimana Caranya Bayi Untuk Bersosialisasi?
  • Di waktu awal kelahiran, bayi belajar untuk membedakan muka ayah serta ibunya terlebih dulu. Dia belajar mengetahui ciri wajah orang tuanya melalui indera, seperti mengetahui suara dan aroma badan.
  • Walau kelihatan diam saja, sebetulnya bayi memerhatikan ekspresi muka Anda, lho, Moms. Ia paham ekspresi muka bahagia akan tidak sama dari muka sedih atau geram. Namun, bayi belum dapat menirukan ekspresi itu.
  • Waktu bayi mulai mencapai umur 5 bulan, anak selanjutnya mulai belajar untuk memperbedakan muka orang tuanya dengan muka orang lain. Dia memulai seringkali mengikuti ekspresi muka yang telah lebih dulu diperhatikannya.
  • Bayi dengan umur menjelang satu tahun, baru mulai belajar untuk menirukan perilaku ayah serta ibunya yang simpel. Contohnya mengangkat tangan dan meniup lilin. Gunakan momen ini untuk membiarkan bayi mengikuti aneka perilaku yang positif.
    Lalu, apa yang dapat dilakukan orangtua untuk mendukung perkembangan bersosialisasinya ini?

Supaya dia makin akrab dengan suara, banyak-banyaklah bicara pada si kecil. Anda serta suami dapat dengan berganti-gantian menyempatkan diri untuk terlibat percakapan dengan bayi, sekalian menggendong atau bermain dengannya. Lantas saat dia telah merasakan aman saat berjumpa dengan beberapa orang asing, jangan bebaskan dia dari pandangan Anda.


Anda butuh ada di seputar si kecil hingga dia bisa melihat orang tuanya. Tetapi jangan batasi geraknya dengan terus menggendongnya. Untuk memupuk ketertarikannya dalam bermain dan bersahabat, Anda dapat membawanya ke tempat penitipan anak atau tempat bermain, buat mengenalkannya si kecil pada bayi-bayi seusianya. Contohnya Anda dapat ajak anak untuk berjalan-jalan di sekitar rumah. Dan di akhir minggu, Anda dan pasangan dapat mengajak bayi bermain ke taman. Telah siap ajak si kecil bermain sore ini?

Leave a Response

Your email address will not be published. Required fields are marked *