Fakta Dari Riasan Wajah Geisha Jepang

Fakta Dari Riasan Wajah Geisha Jepang

Berita Terbaru Mungkin kamu tentu sudah tidak asing jika mendengar nama geisha. Sosok perempuan jelita dengan riasan putih di wajah, bibir dan pipi yang merah, geisha berjalan dengan anggun dan tenang. Gayanya yang sangat anggun, sikap yang santun, tidak ada gerakan yang berlebihan. Ia melangkah pasti, sambil mengenakan kimono dan memegang payungnya. Di sekitarnya, orang-orang terlihat memandanginya dengan mata kagum. Sebab, geisha yang biasa dilihat di televisi atau layar lebar, kini bisa mereka temui langsung. Kyoto merupakan tempat yang wajib disambangi. Karena kamu juga bisa bertemu dengan geisha di kota tersebut.

Sebagaimana yang dilansir dari The Culture Trip, geisha merupakan pekerja seni dan budaya Jepang yang bertugas untuk menghibur. Mereka adalah seniman yang menghibur tamunya dengan beragam cara. Seperti menemani untuk berbincang, bernyanyi, menari, atau minum teh. Geisha juga dianggap sebagai pelindung budaya dan adat kuno Jepang. Bahkan, mereka juga dilatih dari kecil untuk menjadi seorang geisha dan mahir dalam beberapa hal. Dapat dikatakan geisha adalah seni hidup, serta ikon budaya Jepang yang misterius dan indah.

Tidak itu saja, salah satu hal yang paling mencolok dari seorang Geisha adalah penampilannya yang identik dengan riasan wajah berwarna putih. Kira-kira apa alasannya, ya?

Fakta Dari Riasan Wajah Geisha Jepang

Sebagaimana dikutip dari Jpninfo, alasan kenapa seorang geisha merias wajahnya dengan warna ternyata memiliki keterkaitan dengan kebudayaan China. Diperkirakan pada Periode Heian (794 hingga 1185 M), budaya China sangat berpengaruh di Jepang. Termasuk tren dan praktik kecantikan.

Wanita-wanita penghibur di China memakai riasan putih tebal, karena terlihat lebih baik dalam cahaya, terutama jika mereka tampil atau menghibur bangsawan. Sementara itu, pada zaman dahulu Jepang pun mengalami hal serupa. Kala itu, listrik belum ada di Jepang dan fasilitas umum hanya diterangi oleh cahaya lilin saja. Cahaya lilin sangat redup, sehingga para Geisha memakai tata rias berwarna putih untuk menciptakan kulit cerah bak porselen. Selain itu, riasan tersebut juga membuat wajah mereka menjadi lebih jelas.

Kemudian riasan ini berfungsi untuk menutupi perasaan dan ekspresi wajah asli mereka. Seperti yang kita ketahui, tugas utama Geisha adalah menghibur para tamu spesial. Riasan wajah berwarna putih tebal ini juga berfungsi untuk menyembunyikan perasaan dan ekspresi wajah asli mereka, dengan maksud untuk membuat para tamu senang, bahagia, dan tidak tersinggung.

Meski sekarang listrik sudah menjadi hal lumrah dan cahaya dapat dengan mudah ditemukan di mana-mana. Geisha di era modern saat ini masih tetap melanjutkan praktik ini. Mereka masih tetap mengenakan riasan wajah berwarna putih, baju kimono, dan aksesori lainnya.

Semoga artikel ini menambah wawasanmu ya !

Leave a Response

Your email address will not be published. Required fields are marked *