Fakta Tentang Body Dismorphyic Disorder Pada Wanita

Fakta Tentang Body Dismorphyic Disorder Pada Wanita

Berita Terbaru Pernahkah kamu mendenar penyait ini sebelumnya, atau pernah memliki kerabat atau saudara yang mengalami hal ini? Body dismorphyc disorder adalah gangguan jiwa berupa rasa cemas dan takut berlebihan seseorang terhadap penampilan fisik yang mengalami kekurangan atau cacat meski hanya sedikit dan tak diketahui oleh orang lain. Realitasnya, penderitanya banyak dialami oleh kaum hawa yang sangat peduli pada penampilan.

Terkadang mereka yang mengalami body dismorfic disorder cenderung sering mengecek kondisi tubuh dengan bercermin, merasa rendah diri, meminta pendapat orang lain dan memikirkan kritikan orang lain hingga membuat kepalanya pusing. Selain itu, tak jarang di antara mereka suka berganti-ganti kosmetik dan tidak puas dengan hasil make up dalam situasi apapun.

Namun muncul pertanyaan, apakah gangguan jiwa ini berbahaya secara langsung untuk para penderitanya?Berikut penjelasannya :

Fakta Tentang Body Dismorphyic Disorder Pada Wanita

Sering membandingkan diri dengan orang lain
Body dismorphyc disorder mendorong penderitanya untuk terus membandingkan diri sendiri dengan orang lain. Ibaratnya, kita selalu melihat ke atas dan enggan menengok ke bawah. Selalu melihat hal yang luar biasa dan terus mengejarnya hingga bisa diraih sampai melupakan rasa syukur. Suka membanding-bandingkan diri sendiri dengan orang lain tidak selalu salah. Namun, jika dampaknya membuat kita selalu kurang merasa puas dengan hal yang kita miliki, sikap tersebut bukanlah sikap yang sehat.

Selalu meratap penampilan dan cacat fisik
Diketahui jika body dismorphyc disorder juga mendorong penderitanya merasa cemas berlebihan terhadap kekurangan dan cacat meskipun kecil dan sedikit. Rasa cemas berlebihan ini sudah pada tahap yang tidak sehat. Terlalu banyak fokus pada perbaikan penampilan fisik tak selalu mendatangkan dampak positif bagi diri kita. Sebaliknya, kita justru melupakan perbaikan pada aspek-aspek lain seperti kepribadian, sikap, wawasan, paradigma dan sejenisnya. Jadi, jangan mengherankan jika banyak perempuan cantik tapi tak berisi dan jauh dari kesan smart.

Menutup-tutupi kekurangan dan kurang percaya diri
Nyatanya menutupi kekurangan dalam rangka memperbaiki diri dan mengurangi kebiasaan buruk tentu merupakan hal yang sangat baik. Namun, berbeda halnya ketika sengaja menutupi hany untuk terlihat baik. Padahal, sebenarnya tidak begitu adanya. Penderita body dismorphyc disorder berpotensi melakukan hal tersebut. Pada akhirnya, perilaku-perilaku negatif mewarnai pribadi seseorang. Tidak jujur, manipulatif dan munafik adalah sederet contohnya.

Diet berlebihan/olaraga yang berlebihan
Diet dan olahraga pada dasarnya adalah kebiasaan yang perlu dirutinkan. Diet yang baik membuat menu makanan yang kita konsumsi lebih sehat dan ideal. Karbohidrat tidak terlalu banyak dan selalu ada asupan serat dan vitamin. Olahraga yang baik juga berdampak pada peredaran darah lancar dan berkeringat. Jika diet dan olahraga berlebihan, maka tubuh juga akan mudah jatuh sakit. Asupan gizi menjadi kurang dan tubuh jadi lemas. Sesuatu yang berlebihan memang tidak akan baik untuk kita.

Ingin menutupinya dengan operasi plastik
Operasi plastik sebenarnya menjadi solusi bagi orang-orang yang mengalami kecelakaan fisik misalnya kebakaran, lakalantas, efek air keras dan lain-lain. Di masa kini, oplas justru jadi gaya hidup demi menunjang karir dan kecantikan semata. Oplas menjadi jalan yang dipilih oleh para public figure dan artis ternama. Dan juga oplas diduga sudah menjadi kontrak yang harus dipenuhi oleh para trainee yang akan diorbitkan jadi idol di Korea Selatan. Padahal resiko operasi plastik cukup besar dan membahayakan para pasiennya.

Apabila kamu ada mengalami salah satu ciri-ciri diatas, segera konsultasikan ke dokter ya !

Leave a Response

Your email address will not be published. Required fields are marked *