Mitos-Mitos mengenai Kesehatan Gigi

Mitos-Mitos Mengenai Kesehatan Gigi

Berita Terbaru Salah satu sisi penting dari badan manusia ialah gigi. Tidak hanya untuk mengunyah serta menggigit, gigi mempunyai peranan penting jadi tanda kesehatan satu orang. Oleh karenanya, banyak pula mitos mengenai gigi yang seringkali dihubungkan dengan kesehatan. Rongga mulut yang tidak tertangani mengisyaratkan kesehatan yang buruk.

Tetapi, oleh sebab hal tersebut, beberapa orang yang mengkaitkan beberapa hal yang belum pasti kebenarannya dengan kesehatan gigi. Entahlah apa yang memicu pengakuan itu, hal itu jadi kepercayaan luas yang tersebar di warga. Jadi, apa sajakah mitos-mitos mengenai gigi? Apa hal tersebut benar adanya?

Mitos-Mitos mengenai Kesehatan Gigi

Semakin digosok, semakin kinclong!
Itu gigi, bukan pagar rumah. Waktu kamu bersihkan suatu hal, memang prinsip ini berlaku. Ditambah lagi, waktu bersihkan panci atau piring dengan noda membandel. Kamu serta butuh sikat metal!

Tapi, itu gigimu sendiri loh! Meskipun tujuannya baik, gigimu salah satu organ yang ringkih. Jubir dari American Dental Association (ADA), Ana Paula Ferraz-Dougherty, DMD, menjelaskan jika kamu begitu “semangat” menggosok gigimu, bukanlah sehat, kamu justru menyakiti diri kamu sendiri.

Ini karena disebabkan gigi manusia dilapis oleh susunan enamel yang membuat perlindungan interior gigi dari intimidasi lubang serta pembusukan. Ditambah lagi bila kamu memakai sikat gigi dengan bulu sikat yang tebal atau medium.

Itu penyebabnya, banyak orang yang alami sakit gigi meskipun rajin sikat gigi. Drg. Ana merekomendasikan kegiatan sikat gigi yang biasa saja asal dikerjakan dengan tehnik yang benar, serta sikat gigi dengan bulu tipis.

Flossing? Tidak perlu, lah!
Ini ialah kekeliruan yang paling biasa dikerjakan oleh orang Indonesia. Justru, kemungkinan, orang Indonesia tidak paham ide flossing. Tahunya, “ide tusuk gigi sesudah makan”. Jadi ini, teman-teman. Flossing ialah tehnik bersihkan gigi memakai benang gigi (dental floss).

Tetapi, nyatanya, meskipun praktik flossing makin banyak dikerjakan oleh publik luar negeri, mereka juga berpikir jika flossing cuma buang-buang tenaga dan waktu! Tercipta pertimbangan jika flossing justru membuat gigimu memiliki jarak seperti Spongebob Squarepants.

Ditambah lagi, waktu flossing dilenyapkan dari Dietary Guidelines for Americans, dasar gizi buat orang Amerika, mereka lebih besar kepala.

Walau sebenarnya, meskipun tidak di dukung oleh bukti kuat, flossing ialah praktik yang direferensikan oleh pakar gigi. Dengan tehnik flossing, ada sisa-sisa makanan kecil yang cuma bisa dibuang dengan benang gigi; hingga, menahan pembentukan karang serta plak. Serta tusuk gigi jagoan orang Indonesia juga kalah, lho!

Ibu hamil jangan ke dokter gigi!
Untuk mitos ini, kami akan jelaskan dengan singkat, padat, serta (mudah-mudahan saja) jelas! Banyak ibu-ibu yang akan selekasnya mempunyai momongan beranggapan jika obat-obatan yang diberi oleh dokter, terhitung dokter gigi, akan menyerang janin mereka.

Jadi, ditahan-tahan, deh, sakit giginya. Meskipun gigi berlubang, tidak apa-apa, deh. Seandainya anak lahir selamat.

Ini pemikiran yang keliru. Bila memang mempunyai permasalahan gigi, justru harus disegerakan berobat. Tentunya, obat-obatan yang berada di klinik gigi telah tercatat serta teruji hingga tidak membahayakan janin. Namun, ibu-ibu harus memberi tahu tentang kehamilan mereka lebih dulu sebelum dokter gigi mengawali praktik.

Gula, penjahat utama rongga mulut
Kemungkinan beberapa anak di seluruh dunia seringkali mendengar itu, terhitung Willy Wonka. Gula yang terdapat pada cokelat, karamel, lolipop, serta sejenisnya jadikan kambing hitam untuk lubang gigi.Walau sebenarnya, tidak hanya gula, masih beberapa hal yang bisa membuat gigimu berlubang. Diantaranya ialah karbohidrat. Seperti yang kita tahu, karbohidrat berbentuk manis. Tidak hanya manis, zat ini melekat di gigi.

juga, di rongga mulut kita, ada bakteri yang suka pada asam pada minuman soda manis. Jadi, waktu kamu meneguk sekali, bakteri serta asam soda akan mengurangi lapisan enamelmu. Perlu sekitar 20 menit supaya mulutmu bisa menetralkan bakteri dan asamnya.

Leave a Response

Your email address will not be published. Required fields are marked *